Mengintegrasikan pemodelan spasial Machine Learning dan analisis risiko kebencanaan untuk merumuskan target restorasi hutan secara presisi.
Tiga ancaman nyata yang membutuhkan intervensi segera.
Gunung Slamet berstatus aktif tinggi dengan siklus letusan berulang (1999, 2009, 2014). Terdapat desa-desa (seperti Guci dan Rembul) yang terekspos langsung di zona KRB II, rentan terhadap lahar dan awan panas.
Data historis 2020-2025 menunjukkan konversi masif hutan lindung menjadi lahan agrikultur komersial. Hilangnya vegetasi penahan akar di lereng curam meningkatkan kerentanan longsor secara drastis.
Pemodelan *Cellular Automata* (Skenario BAU) memprediksi ekspansi area terbangun yang tak terkendali ke elevasi atas, mempertemukan ancaman bahaya geologis dengan kerentanan demografis.
Melalui algoritma Kesesuaian Lahan (SKL), kami telah memetakan area prioritas yang membutuhkan intervensi pembiayaan CSR segera. Dibutuhkan setidaknya 664.000 bibit pohon untuk mengembalikan daya dukung lereng kritis.
Lihat Area Prioritas di Peta