Platform Intelijen Tata Ruang

Memitigasi Bom Waktu Ekologis di Lereng Gunung Slamet

Mengintegrasikan pemodelan spasial Machine Learning dan analisis risiko kebencanaan untuk merumuskan target restorasi hutan secara presisi.

Mengapa Gunung Slamet?

Tiga ancaman nyata yang membutuhkan intervensi segera.

🌋

Risiko Erupsi Laten

Gunung Slamet berstatus aktif tinggi dengan siklus letusan berulang (1999, 2009, 2014). Terdapat desa-desa (seperti Guci dan Rembul) yang terekspos langsung di zona KRB II, rentan terhadap lahar dan awan panas.

🪓

Deforestasi Sektor Tenggara

Data historis 2020-2025 menunjukkan konversi masif hutan lindung menjadi lahan agrikultur komersial. Hilangnya vegetasi penahan akar di lereng curam meningkatkan kerentanan longsor secara drastis.

📈

Proyeksi Kritis 2035

Pemodelan *Cellular Automata* (Skenario BAU) memprediksi ekspansi area terbangun yang tak terkendali ke elevasi atas, mempertemukan ancaman bahaya geologis dengan kerentanan demografis.

Target Restorasi Ekologi: 1.660 Hektar

Melalui algoritma Kesesuaian Lahan (SKL), kami telah memetakan area prioritas yang membutuhkan intervensi pembiayaan CSR segera. Dibutuhkan setidaknya 664.000 bibit pohon untuk mengembalikan daya dukung lereng kritis.

Lihat Area Prioritas di Peta